Kenaikan Pajak Harus Manusiawi dan Tidak Arogan

- Admin

Kamis, 11 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorotan Pena – Baru saja badai kehancuran ekonomi terjadi dengan hebat dari tahun 2020 sampai 2023 dengan kehadiran pandemi COVID-19. Ratusan ribu pengusaha menengah dan kecil mengalami kebangkrutan di banyak wilayah. Daya beli masyarakat menurun dan perputaran jalur usaha macet di mana-mana,”Kamis(11/07/2024)

Setelah berakhirnya pandemi COVID-19, muncul masalah baru dengan kenaikan harga dolar AS hingga di atas Rp16.000. Hal ini menambah beban bagi masyarakat karena harga barang di pasar juga naik tajam, berdampak pada masyarakat kecil yang pendapatannya semakin tidak menentu. Daya jual di pasar terpuruk setiap hari.

Konflik politik yang terus memanas di beberapa negara di Asia menyebabkan perang yang memutus pangsa pasar internasional. Belum lagi mahalnya ongkos pengiriman barang yang semakin tidak bersahabat sejak awal tahun 2020, ketika pandemi memicu kenaikan biaya pengiriman barang ke luar negeri. Banyak pengusaha yang macet dan bangkrut, merumahkan pekerja, atau melakukan PHK.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, permasalahan baru timbul dari arogannya penerapan pajak yang diberlakukan. Kenaikan pajak secara arogan tidak sesuai dengan Pancasila dan tidak memikirkan penghasilan masyarakat yang menurun parah. Apakah para pakar ekonomi dan pengevaluasi pasar sudah tidak lagi menganalisis?

Menurut Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, pemerintah harus manusiawi dan tahu diri. Jangan memaksakan kenaikan apapun di saat masyarakat sedang tidak memiliki kemampuan untuk mendongkrak daya beli.

“Kenaikan pajak bukan solusi sehat dan menguntungkan saat ini. Seharusnya pemerintah menekan suku bunga dan mendorong para pelaku usaha UMKM atau pengusaha mikro agar bangkit kembali dan mampu menjalankan roda perputaran ekonomi,” kata Prof. Sutan Nasomal.

PHK massal sudah banyak dilakukan oleh pihak industri. Penutupan usaha karena bangkrut menjadi kabar tiap hari.

“Oleh karena itu, stop kenaikan pajak dengan alasan apapun. Bantulah masyarakat yang sedang sangat sulit,” tegasnya.

Program Ekonomi Pancasila harus dijalankan, dihidupkan, dikembangkan, dan disosialisasikan kepada masyarakat. Cara-cara lunak agar masyarakat bisa bangkit harus didorong maksimal. Perlu perhatian besar bagi pemuda Indonesia yang membutuhkan lapangan kerja dan pendidikan khusus agar siap bekerja serta berkarya. Perlu perhatian khusus dari semua kepala daerah agar hasil panen petani tidak merugi dan agar nelayan mendapatkan kemudahan dalam menjalankan operasional setiap kapalnya.

“Kepala desa dan kepala daerah harus diajak menjadi pengusaha profesional. Perlu kerja keras dari pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan bantuan modal bagi pengusaha kecil,” tambahnya.

Hukum jangan tajam ke bawah dan tumpul ke atas, memihak kepada yang punya uang banyak dan menindas yang tidak mampu. Ekonomi Pancasila harus memakmurkan masyarakat pribumi, bukan pihak asing.

(Prof, Dr. KH. Sutan Nasomal)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel sorotanpena.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggota DPRD dan Sekda Kabupaten Sukabumi Tinjau Lokasi Bencana di Desa Citarik
Ketua dan Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Fokuskan Solusi Reforma Agraria Saat Kunker ke PT Cigembong
Dinas Perikanan Dukung Program Prioritas Daerah Dalam Rapat Dinas Januari 2026
DPRD Kabupaten Sukabumi Kawal Kebijakan dan Anggaran Untuk Kemajuan Desa
Disperkim Bahas Kesiapan Lahan dan Pembiayaan Rumah Khusus Terdampak Bencana
Bantuan Traktor Roda Empat Diharapkan Tingkatkan Hasil Pertanian di Cisolok
Wakil Ketua III DPRD Sukabumi Terima Penghargaan Sukabumi Awards 2025
Komisi lV DPRD Kabupaten Sukabumi Koordinasi Terkait Kebijakan dan Regulasi Pelaksanaan Keolahragaan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:45 WIB

Anggota DPRD dan Sekda Kabupaten Sukabumi Tinjau Lokasi Bencana di Desa Citarik

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:00 WIB

Ketua dan Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Fokuskan Solusi Reforma Agraria Saat Kunker ke PT Cigembong

Senin, 19 Januari 2026 - 01:31 WIB

Dinas Perikanan Dukung Program Prioritas Daerah Dalam Rapat Dinas Januari 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:26 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Kawal Kebijakan dan Anggaran Untuk Kemajuan Desa

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:41 WIB

Disperkim Bahas Kesiapan Lahan dan Pembiayaan Rumah Khusus Terdampak Bencana

Berita Terbaru