Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal: Kenaikan Pajak Harus Manusiawi dan Tidak Arogan

- Admin

Senin, 12 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SorotanPena|Indonesia baru saja melewati badai kehancuran ekonomi yang hebat dari tahun 2020 hingga 2023 akibat pandemi COVID-19. Ratusan ribu pengusaha kecil dan menengah bangkrut di berbagai wilayah, sementara daya beli masyarakat menurun drastis, mengakibatkan banyak jalur usaha yang terhenti,”Senin(12/08/2024)

Saat pandemi mulai mereda, tantangan baru muncul dengan melonjaknya nilai tukar dolar AS hingga melampaui Rp16.000. Hal ini menambah beban masyarakat, karena harga barang di pasar kembali meningkat tajam, yang berdampak paling parah pada masyarakat kecil dengan pendapatan yang semakin tidak menentu. Daya jual di pasar harian pun semakin terpuruk.

Di sisi lain, konflik politik yang terus memanas di beberapa negara Asia, ditambah perang yang memutus pangsa pasar internasional, semakin memperburuk keadaan. Belum lagi, ongkos pengiriman barang yang mahal sejak awal pandemi, yang membuat banyak pengusaha mengalami kerugian besar, bahkan kebangkrutan, tanpa adanya solusi. Akibatnya, banyak perusahaan terpaksa menutup usahanya dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, muncul masalah baru dengan penerapan kenaikan pajak yang dinilai arogan dan tidak sesuai dengan semangat Pancasila. Kenaikan pajak ini tidak memperhatikan kondisi pendapatan masyarakat yang masih terpuruk. Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal menegaskan, pemerintah harus bersikap manusiawi dan bijak. Kenaikan pajak bukanlah solusi yang sehat dan menguntungkan di tengah situasi sulit seperti sekarang. Sebaliknya, pemerintah seharusnya menurunkan suku bunga dan mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar bisa bangkit dan menjalankan roda perekonomian.

PHK massal telah banyak terjadi di industri, dan penutupan usaha karena kebangkrutan menjadi berita harian. Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah menghentikan kenaikan pajak dengan alasan apa pun dan lebih fokus membantu masyarakat yang sedang dalam kesulitan.

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal juga mengingatkan bahwa Program Ekonomi Pancasila harus dihidupkan, dikembangkan, dan disosialisasikan kepada masyarakat. Upaya maksimal harus dilakukan untuk mendorong masyarakat kembali bangkit, terutama dengan perhatian khusus kepada pemuda yang membutuhkan lapangan kerja dan pendidikan khusus agar siap bekerja dan berkarya.

Selain itu, pemerintah daerah harus memastikan petani tidak merugi dan nelayan mendapatkan kemudahan dalam menjalankan operasional kapal mereka. Para kepala desa dan kepala daerah juga perlu didorong untuk menjadi pengusaha yang profesional.

Saat ini, diperlukan kerja keras dari pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan bantuan modal bagi pengusaha kecil dan masyarakat. Hukum harus ditegakkan secara adil, tidak memihak kepada yang memiliki uang banyak, dan tidak menindas yang tak mampu.

Ekonomi Pancasila harus menjadi alat untuk memakmurkan masyarakat Indonesia, bukan untuk kepentingan pihak asing.

#Prof.Dr.Kh.Sutan Nasomal

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel sorotanpena.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggota DPRD dan Sekda Kabupaten Sukabumi Tinjau Lokasi Bencana di Desa Citarik
Ketua dan Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Fokuskan Solusi Reforma Agraria Saat Kunker ke PT Cigembong
Dinas Perikanan Dukung Program Prioritas Daerah Dalam Rapat Dinas Januari 2026
DPRD Kabupaten Sukabumi Kawal Kebijakan dan Anggaran Untuk Kemajuan Desa
Disperkim Bahas Kesiapan Lahan dan Pembiayaan Rumah Khusus Terdampak Bencana
Bantuan Traktor Roda Empat Diharapkan Tingkatkan Hasil Pertanian di Cisolok
Wakil Ketua III DPRD Sukabumi Terima Penghargaan Sukabumi Awards 2025
Komisi lV DPRD Kabupaten Sukabumi Koordinasi Terkait Kebijakan dan Regulasi Pelaksanaan Keolahragaan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:45 WIB

Anggota DPRD dan Sekda Kabupaten Sukabumi Tinjau Lokasi Bencana di Desa Citarik

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:00 WIB

Ketua dan Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Fokuskan Solusi Reforma Agraria Saat Kunker ke PT Cigembong

Senin, 19 Januari 2026 - 01:31 WIB

Dinas Perikanan Dukung Program Prioritas Daerah Dalam Rapat Dinas Januari 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:26 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Kawal Kebijakan dan Anggaran Untuk Kemajuan Desa

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:41 WIB

Disperkim Bahas Kesiapan Lahan dan Pembiayaan Rumah Khusus Terdampak Bencana

Berita Terbaru