Maraknya Proyek Infrastruktur di Kabupaten Sukabumi, Masalah Keselamatan Kerja Masih Diabaikan

- Admin

Sabtu, 9 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SorotanPena.com|Kabupaten Sukabumi tengah mengalami pertumbuhan pesat dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur. Namun, di balik percepatan pembangunan tersebut, muncul berbagai permasalahan, salah satunya adalah kurangnya perhatian terhadap keselamatan kerja.

Salah satu contoh yang mencolok adalah proyek pembangunan Jembatan Cimandiri/Cilalay di Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Proyek yang dikerjakan oleh PT. Danti Andhika Kinara dengan anggaran lebih dari Rp7 miliar ini diduga tidak menyediakan alat pelindung bagi para pekerja. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dan kritik dari berbagai pihak, termasuk Prabu, seorang pegiat sosial, yang menyampaikan pernyataannya melalui sambungan telepon pada Sabtu (9/11/2024).

“Jika pelanggaran ini dibiarkan, risiko kecelakaan kerja dapat meningkat dan mengancam keselamatan pekerja, bahkan bisa menyebabkan hilangnya nyawa,” ungkap Prabu.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prabu juga menegaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi harus segera mengambil langkah tegas terhadap kontraktor yang tidak mematuhi peraturan keselamatan kerja. Menurutnya, perlindungan terhadap pekerja harus menjadi prioritas pemerintah daerah dan pelaksana proyek.

“Pemerintah daerah serta pihak pelaksana proyek harus memastikan bahwa setiap proyek pembangunan dilaksanakan sesuai dengan standar keselamatan kerja yang berlaku untuk melindungi para pekerja,” tambahnya.

Prabu menilai ketiadaan alat pengaman di proyek pembangunan tersebut merupakan bentuk ketidakadilan sosial yang nyata. “Para pekerja konstruksi seringkali menjadi korban praktik bisnis yang tidak bertanggung jawab. Mereka bekerja dalam kondisi berisiko tinggi tanpa perlindungan memadai, sementara upah yang mereka terima tidak sebanding dengan bahaya yang dihadapi. Apa gunanya mendapatkan upah jika nyawa mereka berada dalam ancaman?” lanjutnya.

Ia menutup pernyataannya dengan mengajak semua pihak untuk memperjuangkan hak-hak pekerja serta memastikan mereka bekerja dalam lingkungan yang aman dan sehat. “Pemerintah harus merancang regulasi yang lebih ketat dan menjatuhkan sanksi tegas bagi perusahaan yang melanggar peraturan,” tandasnya.

Prabu

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel sorotanpena.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggota DPRD dan Sekda Kabupaten Sukabumi Tinjau Lokasi Bencana di Desa Citarik
Ketua dan Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Fokuskan Solusi Reforma Agraria Saat Kunker ke PT Cigembong
Dinas Perikanan Dukung Program Prioritas Daerah Dalam Rapat Dinas Januari 2026
DPRD Kabupaten Sukabumi Kawal Kebijakan dan Anggaran Untuk Kemajuan Desa
Disperkim Bahas Kesiapan Lahan dan Pembiayaan Rumah Khusus Terdampak Bencana
Bantuan Traktor Roda Empat Diharapkan Tingkatkan Hasil Pertanian di Cisolok
Wakil Ketua III DPRD Sukabumi Terima Penghargaan Sukabumi Awards 2025
Komisi lV DPRD Kabupaten Sukabumi Koordinasi Terkait Kebijakan dan Regulasi Pelaksanaan Keolahragaan
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:45 WIB

Anggota DPRD dan Sekda Kabupaten Sukabumi Tinjau Lokasi Bencana di Desa Citarik

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:00 WIB

Ketua dan Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Fokuskan Solusi Reforma Agraria Saat Kunker ke PT Cigembong

Senin, 19 Januari 2026 - 01:31 WIB

Dinas Perikanan Dukung Program Prioritas Daerah Dalam Rapat Dinas Januari 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:26 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Kawal Kebijakan dan Anggaran Untuk Kemajuan Desa

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:41 WIB

Disperkim Bahas Kesiapan Lahan dan Pembiayaan Rumah Khusus Terdampak Bencana

Berita Terbaru