PROF SUTAN : Pemerintah RI Harus Menolong Anak-Anak Palestina Melalui Pihak Ketiga

- Admin

Minggu, 7 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorotan Pena – Kondisi di Palestina, terutama bagi anak-anak, semakin memburuk. Kesulitan mendapatkan air bersih dan makanan layak menjadi tantangan sehari-hari bagi masyarakat di wilayah penampungan atau perang,”Minggu(07/07/2024)

Pemandangan menyedihkan terlihat saat anak-anak terpaksa memakan rumput liar atau batang pohon kaktus setiap hari karena tidak ada makanan lain yang bisa diperoleh. Ketakutan untuk keluar dari tempat perlindungan akibat tembakan dan serangan bom, yang seringkali menyasar anak-anak, bukan lagi rahasia.

Anak-anak Palestina menjadi target tentara Israel. Anak-anak yang terlihat mengumpulkan rumput liar untuk mengganjal rasa lapar seringkali ditangkap oleh tentara Israel dan kemudian hilang tanpa kabar. Diduga, anak-anak yang ditangkap tersebut dibunuh.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya mengirimkan bantuan makanan, minuman, dan obat-obatan seringkali digagalkan oleh tentara Israel. Kelaparan tampaknya diinginkan oleh tentara Israel untuk anak-anak Palestina guna mencapai tujuan pemusnahan mereka.

Bantuan melalui udara sering kali gagal karena tidak mendapatkan izin, menjadikan wilayah tersebut sebagai zona kematian terbesar bagi anak-anak Palestina selama enam bulan terakhir. Tidak ada lagi yang bisa melindungi anak-anak Palestina dari pembantaian, penculikan, dan pembunuhan yang dilakukan oleh tentara Israel.

Tuduhan bahwa tentara Israel mencuri organ tubuh rakyat Palestina semakin serius karena sering ditemukan organ tubuh yang tidak utuh.

Upaya menghentikan perang, menciptakan keamanan, dan mewujudkan keadilan telah gagal. Hukum rimba berlaku setiap hari; siapa yang kuat, dia yang menang.

*Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH*,” menyampaikan kepada media pada Rabu (05/06/2024) bahwa saat ini kita semua dihadapkan pada fakta gagalnya para pemimpin di seluruh dunia untuk mewujudkan perdamaian. Bahkan jika darah dan air mata rakyat Palestina mengalir ke semua sungai di Timur Tengah, perang tidak akan berhenti.

Hukum rimba yang telah berlangsung selama lebih dari 60 tahun di Timur Tengah adalah ujian terbesar bagi masyarakat di sana. Menutup mata dan membiarkan rakyat Palestina dihabisi (genosida) akan menjadikan negara-negara tersebut ditaklukkan oleh Israel. Bahkan, hubungan diplomatik yang dilakukan para pemimpin Arab dengan Israel adalah bukti ketakutan mereka terhadap Israel.

Negara Arab yang masih mampu membantu Palestina saat ini memiliki kekuatan yang tidak seimbang, karena Israel didukung oleh NATO dan Amerika Serikat. Pelajaran yang harus dipahami oleh seluruh negara di Asia adalah bahwa hukum rimba telah menjadi pilihan negara adidaya. Oleh karena itu, perlu dikaji ulang apakah negara-negara Asia masih perlu bergabung dengan PBB, mengingat PBB tidak mampu menghentikan perang karena dikuasai oleh Israel dan Amerika Serikat.

Prof. Dr. KH Sutan Nasomal meminta kepada pemerintah RI untuk mengamankan Palestina dengan menggunakan pihak ketiga agar bantuan makanan, air minum, dan obat-obatan bisa masuk setiap hari untuk anak-anak Palestina. Selalu ada jalan jika diplomasi RI mau meminta negara-negara yang berdekatan dengan Palestina untuk membuka pintu perbatasan mereka. Rumah sakit harus kembali berfungsi secara optimal guna menolong para korban perang. Rumah sakit harus menjadi tempat yang aman.

Tentara persatuan dunia harus turun tangan menjaga anak-anak Palestina dan para orang tua agar bisa dievakuasi. Atas dasar kemanusiaan, RI mampu melaksanakan ini semua. Selalu ada peluang dan kemampuan RI sebagai jembatan untuk membantu masyarakat Palestina. Atas dasar kemanusiaan, semua pintu perbatasan negara-negara Arab harus dibuka selama perang berlangsung agar para korban bisa mengungsi.

Sebagai negara yang mengutamakan perdamaian dan kemerdekaan, sesuai UUD 1945, RI tidak boleh kalah dan mengalah kepada pihak manapun agar tidak terjadi genosida kepada masyarakat Palestina. RI adalah bangsa yang besar dan mampu menciptakan kembali keamanan dan perdamaian di Palestina atas dasar kemanusiaan. Tidak ada alasan RI tidak mampu.

Hubungan baik antara RI dengan negara-negara di Timur Tengah harus diperkuat dengan mendorong para pemimpin negara di dekat Palestina untuk membuka pintu dan mengamankan semua bentuk bantuan atas dasar kemanusiaan sesuai amanat Pancasila.

Penulis: *Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH*

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel sorotanpena.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggota DPRD dan Sekda Kabupaten Sukabumi Tinjau Lokasi Bencana di Desa Citarik
Ketua dan Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Fokuskan Solusi Reforma Agraria Saat Kunker ke PT Cigembong
Dinas Perikanan Dukung Program Prioritas Daerah Dalam Rapat Dinas Januari 2026
DPRD Kabupaten Sukabumi Kawal Kebijakan dan Anggaran Untuk Kemajuan Desa
Disperkim Bahas Kesiapan Lahan dan Pembiayaan Rumah Khusus Terdampak Bencana
Bantuan Traktor Roda Empat Diharapkan Tingkatkan Hasil Pertanian di Cisolok
Wakil Ketua III DPRD Sukabumi Terima Penghargaan Sukabumi Awards 2025
Komisi lV DPRD Kabupaten Sukabumi Koordinasi Terkait Kebijakan dan Regulasi Pelaksanaan Keolahragaan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:45 WIB

Anggota DPRD dan Sekda Kabupaten Sukabumi Tinjau Lokasi Bencana di Desa Citarik

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:00 WIB

Ketua dan Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Fokuskan Solusi Reforma Agraria Saat Kunker ke PT Cigembong

Senin, 19 Januari 2026 - 01:31 WIB

Dinas Perikanan Dukung Program Prioritas Daerah Dalam Rapat Dinas Januari 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:26 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Kawal Kebijakan dan Anggaran Untuk Kemajuan Desa

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:41 WIB

Disperkim Bahas Kesiapan Lahan dan Pembiayaan Rumah Khusus Terdampak Bencana

Berita Terbaru